Arsip Rubrik ‘Kisi-kisi Puisi’
PUISI PUISI SEM HAESY
Friday, November 6, 2009 1:38 No Comments
Léttré
(kepada almarhum ayah)
kudengar sunyi memanggil manggil
di bawah cahaya rembulan
kukunjungi makammu
bersimpuh aku duduk di sini
di sisi pusara wangi melati
seberkas cahaya memantul dari pualam nisan
Raga Diam
Sunday, September 13, 2009 11:03 No CommentsLaut galau. Gelombang Risau.
Ombak siapa menampar nampar pasir pantai?
Tubuh terkapar di pembaringan sunyi.
Bimbang mengayun.
Ragu melagu.
Kelebat debat memecah cermin keyakinan.
Jangan Memaki Angin
Monday, May 18, 2009 0:35 No Comments
Léttré
(kepada almarhum ayah)
kudengar sunyi memanggil manggil
di bawah cahaya rembulan
kukunjungi makammu
bersimpuh aku duduk di sini
di sisi pusara wangi melati
seberkas cahaya memantul dari pualam nisan
Tirai Malam
Saturday, January 3, 2009 0:34 1 CommentMalam tak menyisakan remang. Rembulan gelisah mencari mentari. Bagaimana mesti istirah, melepas lelah. Kuketuk tirai malam dengan jemari waktu. Telah terlalu lama kucari ruang tetirah. Di mana raga mesti direbahkan?
Puisi Puisi N. Syamsuddin Ch. Haesy
Tuesday, December 30, 2008 0:49 No CommentsGAMANG
Allah. Barangkali jalanku jalan remang.
Langkahku gamang. Tak henti disalah tampa.
Tak henti disalah duga.
Tak usai didera sansai.
Allah.
Setiap kuharus bangkit. badai menerpa.
Setiap melangkah. langkahku lunglai.
Puisi Puisi N. Syamsuddin Ch. Haesy
Sunday, December 21, 2008 22:03 No CommentsSESAL
di sunyi jalan malam ini.
kembali kulangkahkan lagi kaki.
terasa jauh
kucoba telusuri lagi
jejak langkah hari kemarin
jejak langkah lelaki merdeka.
kini terpuruk di jalan buntu
peluh ngucur basahi tubuh
pada setiap langkah
netes air mata gelisah.
netes air mata gundah
netes air mata kesah
sungguh tak pernah kubayangkan
seluruh kehormatan bagi orang ramai
tak lagi punya makna
ketika kufahamkan
sesungguhnya aku tak cukup punya arti
bahkan bagi diriku sendiri
malam mengiring [...]
Imamah
Wednesday, December 17, 2008 17:36 No CommentsKubuka lembar sejarah,
ketika kalian berbincang
kharisma nubuwah.
Kusibak tirai
Ahlul Bait Rasulullah.
Kutemukan rahasia kefasihan
Ali bin Abi Thalib,
amirul mukminin tangkas memimpin.







