Arsip Rubrik ‘Kisi-kisi Puisi’

Membaca Alif di Puncak Menara Petronas

Friday, February 3, 2012 11:15:: 226 views :: No Comments

Kepada adikku Aishah Di puncak arasy tertinggi menara mercu bangsa berjaya. Aku fahamkan sabda Rasulullah. Muhammad Shalallaahu wa Alaihi Wassalaam: Al islaamu ya’lu walaa yu’laa alaihi Islam itu tinggi dan tiada meninggikan atasnya. Maruahnya tinggi, derajatnya tinggi. Kokoh di atas tauhid. Tegak bersegak di atas akhlak kariimah. Kuat selamat di atas syariat. Indah memancar muamalah pesona berkat.

Tulisan dari rubrik: Kisi-kisi Puisi

PUISI PUISI SEM HAESY

Friday, November 6, 2009 1:38:: 248 views :: No Comments

Léttré (kepada almarhum ayah) kudengar sunyi memanggil manggil di bawah cahaya rembulan kukunjungi makammu bersimpuh aku duduk di sini di sisi pusara wangi melati seberkas cahaya memantul dari pualam nisan

Tulisan dari rubrik: Kisi-kisi Puisi

Raga Diam

Sunday, September 13, 2009 11:03:: 198 views :: No Comments

Laut galau. Gelombang Risau. Ombak siapa menampar nampar pasir pantai? Tubuh terkapar di pembaringan sunyi. Bimbang mengayun. Ragu melagu. Kelebat debat memecah cermin keyakinan.

Tulisan dari rubrik: Kisi-kisi Puisi

Jangan Memaki Angin

Monday, May 18, 2009 0:35:: 195 views :: No Comments

Léttré (kepada almarhum ayah) kudengar sunyi memanggil manggil di bawah cahaya rembulan kukunjungi makammu bersimpuh aku duduk di sini di sisi pusara wangi melati seberkas cahaya memantul dari pualam nisan

Tulisan dari rubrik: Kisi-kisi Puisi

Tirai Malam

Saturday, January 3, 2009 0:34:: 268 views :: 1 Comment

Malam tak menyisakan remang. Rembulan gelisah mencari mentari. Bagaimana mesti istirah, melepas lelah. Kuketuk tirai malam dengan jemari waktu. Telah terlalu lama kucari ruang tetirah. Di mana raga mesti direbahkan?

Tulisan dari rubrik: Kisi-kisi Puisi

Puisi Puisi N. Syamsuddin Ch. Haesy

Tuesday, December 30, 2008 0:49:: 290 views :: No Comments

GAMANG Allah. Barangkali jalanku jalan remang. Langkahku gamang. Tak henti disalah tampa. Tak henti disalah duga. Tak usai didera sansai. Allah. Setiap kuharus bangkit. badai menerpa. Setiap melangkah. langkahku lunglai.

Tulisan dari rubrik: Kisi-kisi Puisi

Puisi Puisi N. Syamsuddin Ch. Haesy

Sunday, December 21, 2008 22:03:: 209 views :: No Comments

SESAL di sunyi jalan malam ini. kembali kulangkahkan lagi kaki. terasa jauh kucoba telusuri lagi jejak langkah hari kemarin jejak langkah lelaki merdeka. kini terpuruk di jalan buntu peluh ngucur basahi tubuh pada setiap langkah netes air mata gelisah. netes air mata gundah netes air mata kesah sungguh tak pernah kubayangkan seluruh kehormatan bagi orang [...]

Tulisan dari rubrik: Kisi-kisi Puisi