Arsip Rubrik ‘Cermin’

Melintasi Duka

Thursday, May 27, 2010 8:07 No Comments

HUSNA terhenyak. Ia menarik nafas, sambil menyandarkan tubuhnya di sofa. Jemarinya menekan tombol remote control. Pesawat televisi yang tengah menayangkan sinetron buruk: mencitrakan perempuan Indonesia secara black and white, itu pun off seketika. Ia menarik nafas panjang. Matanya memandang kosong ke arah pesawat televisi yang membisu.

Tulisan dari rubrik: Cermin

Tanah di Bawah Hak Sepatu

Friday, April 30, 2010 12:19 No Comments

TANAH yang menempel di bawah hak sepatu, tak boleh ikut masuk ke dalam rumah. Selain akan mengotori lantai ruangan di dalam rumah, tanah itu juga akan menjadi noda yang membuat rasa tak nyaman. Husain Mazahiri, seorang intelektual muslim, menggunakan istilah ‘tanah di bawah hak sepatu’ untuk menjelaskan ihwal kesedihan, kesusahan, kemarahan, dan egoisme lelaki dalam [...]

Tulisan dari rubrik: Cermin

Bangsa yang Mubazir

Tuesday, April 13, 2010 9:55 No Comments

(Naskah lama di awal Reformasi, yang baru ketemu)
***
Malam belum larut benar, ketika BK (Bung Karmin) tokoh kita, masuk ke ruang kerja di pojok rumahnya. Tanpa sengaja, mantan aktivis pergerakan mahasiswa yang kini sibuk menyewakan komputer bagi penulisan skripsi mahasiswa, menemukan daftar partai-partai yang mendaftarkan diri ke Departemen Kehakiman dan HAM. Perlahan-lahan ia membaca satu persatu [...]

Tulisan dari rubrik: Cermin

Keluarga

Saturday, March 27, 2010 4:04 No Comments

KELUARGA bukan hanya sebagai organisasi terkecil dari suatu sistem kemasyarakatan, negara, dan bangsa. Keluarga adalah basis kehidupan masyarakat, negara, dan bangsa. Rusaknya keluarga akan berdampak pada rusaknya masyarakat dan bangsa. Baik seluruh keluarga, insya Allah akan baik juga suatu negara dan bangsa.

Tulisan dari rubrik: Cermin

Bersama

Tuesday, March 23, 2010 12:41 No Comments

BERSAMA dalam konteks sebuah kata bila dipandang secara dimensional, mempunyai arti yang sedemikian penting. Kata ‘bersama’ mengabaikan  dimensi ‘aku’ dan ‘saya’, karena yang paling relevan untuk kata itu, adalah ‘kita’. Dalam ‘kita’ yang mesti diluruhkan adalah egoisme dan egocentrisma. Karenanya, dalam kata ‘bersama’ keunggulan personal, lebur dalam ekuitas. Di sana, egaliterianisma berlaku.

Tulisan dari rubrik: Cermin

Tawa

Thursday, March 18, 2010 0:02 No Comments

PROSES pemulihan Abu Waswas terus berlangsung. Alangkah sukacitanya seluruh sanak kerabat dan sahabat. Mereka berkunjung ke rumah Abu Waswas, menggelar do’a bersama. Bersyukur, Abu Waswas telah bebas dari depresi dan was was.

Tulisan dari rubrik: Cermin

Cermin

Wednesday, March 17, 2010 23:36 No Comments

MALAM merambat. Dari tempat berkhalwat di sudut rumah, terdengar suara tangis sesenggukan. Isteri Abu Waswas yang sedang tidur, terjaga. Lalu bergegas ke arah suara tangis, itu. Ia terkejut, menyaksikan Abu Waswas, sedang menangis di depan cermin.

Tulisan dari rubrik: Cermin