Tirai Malam

Saturday, January 3, 2009 0:34
Posted in category Kisi-kisi Puisi

Malam tak menyisakan remang. Rembulan gelisah mencari mentari. Bagaimana mesti istirah, melepas lelah. Kuketuk tirai malam dengan jemari waktu. Telah terlalu lama kucari ruang tetirah. Di mana raga mesti direbahkan?

Mungkinkah belum usai saat ngembara? Tak henti melintas waktu. Istirah hanya sesaat melepas sendawa.
Di makam para wali kubaca cerita tentang tilam peradaban. Kusut lusuh belum terbasuh. Koyak moyaknya belum terajut. Siapa mesti memintal benang merajut di gelap malam.
Malam tak menyisakan remang. Gerimis membasuh wajah negeri. Dalam galau risau meracau. Tubuh siapa rebah berbanjar. Lelap istirah. Di sudut tilam malam yang lusuh batin yang gelisah tak lagi kenal lelah. Terus ngembara hingga entah.

Pemata Hijau – Kelapa Dua, 2002

 

One Response to “Tirai Malam”

  1. imansyukri says:

    January 4th, 2009 at 11:03 pm

    Batin tak kenal lelah melintasi ruang dan waktu tak terpecah…

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.