Berbuat Kebaikan dan Kebajikan

Tuesday, May 8, 2012 6:05:: 174 views ::
Posted in category Nida

N. Syamsuddin Ch. Haesy

BERBUAT baik janganlah ditunda-tunda. Begitu kata salah satu tembang lawas Bimbo. Sayyidina Ali bin Abi Thalib mengajarkan, “Sesungguhnya apabila engkau berbuat kebaikan, dirimulah yang engkau muliakan dan apabila engkau berbuat keburukan, hanya dirimulah yang engkau hinakan dan hanya dia yang engkau tipu..”

Setiap saat, manusia diberikan peluang oleh Allah SWT untuk berbuat kebaikan, tetapi kebanyakan manusia lebih suka mengabaikan peluang itu, dan memilih hal yang sebaliknya. Berbuat kejahatan. Bahkan tak jarang, orang yang memanfaatkan kesempatan justru untuk menghadang dan menafikan perbuatan baik orang lain.

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita menyaksikan, sekumpulan manusia berkomplot untuk menghadang orang lain berbuat kebaikan dan kebajikan. Tak jarang, bahkan mereka memaksakan kehendak agar orang lain mengikuti apa yang mereka lakukan.  Mereka ini adalah orang-orang yang kehilangan dimensi kemanusiaannya dan dikuasai oleh realitas azali manusia sebagai khayawan an nathiq, hewan yang berakal.

Banyak faktor yang menyebabkan manusia berbuat jahat dan menghadang orang lain berbuat kebaikan dan kebajikan, antara lain adalah hasad, hasud, dan kecenderungan egosentrisma. Umumnya adalah mereka yang tidak siap melakukan kompetisi secara kualitatif dan terbuka. Bisa juga karena terkontaminasi oleh kepentingan-kepentingan sesaat. Termasuk kecenderungan hendak berkuasa yang berlebihan.

Bagi kaum yang berkomitmen pada kebaikan dan kebajikan, rintangan apapun tidakg harus menghambat niat dan perbuatan baiknya. Bagi mereka berlaku prinsip : Bagiku urusanku adalah berbuat baik walaupun kecil. Bukan berbuat jahat. Tuhan mengajarkan berbuat baiklah dengan tangan (termasuk kekuasaan, wewenang), dengan litsan-mu (termask tulisan), dan dengan hati. Namun, yang terakhir itu merupakan proses penegakan kebaikan dan kebajikan selemah-lemahnya iman.

Tuhan menurunkan sejumlah insan pilihan untuk mempraktikan dan mengajarkan kebaikan, serta melahirkan kebajikan. Musa as ditugaskan untuk menyampaikan kebaikan dan kebajikan kepada Fir’aun, penguasa yang telah melampaui batas. Daud as pun demikian. Akan halnya Isa as, ditugaskan Tuhan menebarkan kebaikan dan kebajikan dengan cinta dan kasih sayang, meskipu harus menghadapi Herodes dan lingkungan masyarakat yang memusuhinya.

Demikian pula halnya dengan Rasulullah Muhammad SAW. Beliau ditugaskan menebar kebaikan dan kebajikan bagi seluruh umat manusia, sekaligus menegakkan keadilan, adab atau akhlak sebagai pangkal peradaban (civilization), dan kemanusiaan (human rights). Jadi, siapapun kita, yang beradab, wajib berbuat kebaikan dan kebajikan. |

 

Post to Twitter Post to Facebook

 

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.