Terima Kasih Honey, Terima Kasih

Thursday, May 27, 2010 8:18
Tulisan dari rubrik Cawandatu

HUMAIRA mengulas senyumnya. Sambil membaca buku kesukaannya, ia menyandarkan tubuhnya di bahu Hasan, suaminya. Sedang Hasan sedang menikmati tayangan televisi yang menayangkan film dokumenter tentang pengeboran minyak lepas pantai.

Baca selengkapnya »

Melintasi Duka

Thursday, May 27, 2010 8:07
Tulisan dari rubrik Cermin

HUSNA terhenyak. Ia menarik nafas, sambil menyandarkan tubuhnya di sofa. Jemarinya menekan tombol remote control. Pesawat televisi yang tengah menayangkan sinetron buruk: mencitrakan perempuan Indonesia secara black and white, itu pun off seketika. Ia menarik nafas panjang. Matanya memandang kosong ke arah pesawat televisi yang membisu.

Baca selengkapnya »

Nada Nurani

Thursday, May 27, 2010 7:53
Tulisan dari rubrik Amben

WAJAH Rima bercahaya. Matanya berbinar. Sukacita mengaliri seluruh sukmanya. Ulang tahunnya kali ini, sedemikian berarti. Bukan karena cincin berlian yang diberikan Fahdi, sang suami, kepadanya. Tapi, lebih karena sang suami, mengucapkan terima kasih atas segala pengabdiannya sebagai istri.

Baca selengkapnya »

Refleksi Seni Magis

Thursday, May 27, 2010 7:50
Tulisan dari rubrik Canting

DAYAK tak hanya etnis asli Kalimantan yang tersebar dari Barat sampai ke Timur, dalam keseluruhan konteks pluralitas bangsa Indonesia. Tak kurang dari 405 sub suku bangsa Dayak dan hidup di pedalaman pulau yang dulu bernama Borneo, itu.  Pada umumnya, Dayak yang kita kenal adalah Kenyah, Tamyanglayang, Punan, Iban, Punai, Bahau, Pasir, Sangau, Ngaju, Ot Danum, Beriam, Tamambaloh, Ngaju, Benuaq, Kantuk, Pebantan, Katingan, Kahayan, Tunjung, dan lainnya.

Baca selengkapnya »

Praduga

Friday, April 30, 2010 12:24
Tulisan dari rubrik Amben

Nicko duduk mencangkung di sudut beranda kamar tempat kos-nya. Malam baru saja rebah. Gundah menyergapnya sejak beberapa hari. Dari kamar kos yang tak begitu rapi, terdengar tembang cantik Cahaya Seribu Berliku yang biasa didendangkan Sitti Nurhaliza. Kegundahan itu menyelinap di seluruh rongga dadanya, sejak sepekan menonaktifkan selulernya.

Baca selengkapnya »

Mengembangkan Pers Cerdas, Segar, dan Bijak

Friday, April 30, 2010 12:21
Tulisan dari rubrik Jagad Politik

N. Syamsuddin Ch. Haesy*)

A. Pengantar

BERBEDA dengan pers Amerika yang lahir setelah bangsa itu merdeka dan melepaskan dirinya dari Inggris, Pers Indonesia hidup, tumbuh, dan berkembang bersamaan dengan perkembangan perjuangan – revolusi kemerdekaan Indonesia. Pers Indonesia berkembang bersama­an dengan berkembang­nya Republik Indonesia.

Baca selengkapnya »

Tanah di Bawah Hak Sepatu

Friday, April 30, 2010 12:19
Tulisan dari rubrik Cermin

TANAH yang menempel di bawah hak sepatu, tak boleh ikut masuk ke dalam rumah. Selain akan mengotori lantai ruangan di dalam rumah, tanah itu juga akan menjadi noda yang membuat rasa tak nyaman. Husain Mazahiri, seorang intelektual muslim, menggunakan istilah ‘tanah di bawah hak sepatu’ untuk menjelaskan ihwal kesedihan, kesusahan, kemarahan, dan egoisme lelaki dalam menjalani kehidupan keluarganya.

Baca selengkapnya »